Monday, 12 August 2019

Icon dan Tempat Wisata di Korea , N Seoul Tower

N Seoul Tower, Tempat Wisata Sekaligus Icon di Korea

N Seoul Tower

Pecinta drama Korea pasti sudah sering melihat adanya sebuah menara yang terpajang huruf N pada menara tersebut. Tetapi, memang Korea ini memiliki segudang objek wisata yang spektakuler. Salah satunya menara yang ada huruf N nya ini. Nama menara ini N Seoul Tower atau Namsan Tower. Sebenarnya N Seoul Tower adalah sebuah pemancar radio yang berada di Seoul, Korea Selatan. Dan mengapa menara ini juga disebut Namsan, karena terletak di Gunung Namsan, Korea Selatan.

Menara Namsan ini berada di ketinggian 479.7 m (1,574 kaki) di atas permukaan laut dan tingginya mencapai 236.7 m (777 kaki). Bisa dikatakan kalau Menara Seoul N ini tak pernah sepi pengunjung, karena Namsan Seoul Tower memang salah satu icon wisata di Korea Selatan. Karena menjadi satu-satunya tempat untuk bisa melihat panorama kota Seoul secara keseluruhan. Saat kita berada di Namsan Tower itu menandakan bahwa kita berada dititik tertinggi kota Seoul, keren banget kan!! Saat ini juga banyak stasiun TV disana yang masih menggunakan menara ini sebagai tempat antenna transmisi mereka. Karena menara ini merupakan transmisi radio pertama milik Korea. N Seoul Tower ini semakin terkenal karena sering digunakan sebagai tempat syuting drama Korea, seperti Princess Hours, Boys Before Flowers, dan drama Korea kenamaan lainnya. Menara N Seoul dibagi menjadi tiga bagian utama, termasuk N Lobby, N Plaza, dan N Tower. N Tower mencakup empat lantai, sedangkan The N Plaza terdiri dari dua lantai.

Seoul Tower

Seoul Tower

Sejarah Namsan Tower

Dikutip dari situs resmi N Seoul Tower, menara mulai dibuat pada Desember 1969. Pembuatan menara ini membutuhkan waktu 11 tahun dan dibuka untuk umum pada tahun 1980. Pada awalnya menara ini dikenal dengan nama Seoul Tower, namun sejak 2005 dan setelah pemilik negara bekerja sama dengan CJ Corporation nama tersebut kemudian diubah menjadi N Seoul Tower (nama resmi Menara Seoul CJ). Untuk melengkapi fasilitas yang ada didalamnya kini menggunakan teknologi LED canggih. Pada tahun 2012, menara ini ditetapkan sebagai destinasi nomor 1 bagi wisatawan asing berdasarkan survei yang diadakan oleh Seoul City.

Namsan Tower Gembok Cinta, Ritual Populer di N Seoul Tower

Daya tarik utama dari N Seoul Tower ini adalah adanya N Soul Tower Love Lock di puncak menara. Love Lock atau juga dikenal dengan gembok cinta. Apalagi bagi para lovers, menjadikan Love Lock ini sebagai lokasi favorit di N Seoul Tower. Di sini para pengunjung bisa mengabadikan atau menggembok rasa cinta kepada pasangan. Caranya dengan memasang gembok di sekitar pagar. Kemudian membuang kuncinya ke bawah dengan harapan cinta mereka akan abadi, awet, dan langgeng. Sehingga banyak sekali pasangan yang mengunci gembok disini. Kemudian tidak lupa para pengunjung berfoto bersama di deretan pagar besi yang sudah bertuliskan nama-nama orang yang pernah mengunjungi arena gembok cinta ini dan memohon untuk keabadian cintanya disini.

Namsan Tower Gembok Cinta, Ritual Populer di N Seoul Tower

Namsan Tower Gembok Cinta

Di bagian bawah menara N Seoul Tower, puluhan ribu gembok cinta berwarna-warni menutupi setiap jengkal pagar. Setiap gembok biasanya ditulisi dengan nama pasangan, pesan dan tanggal pemasangan gembok. Pengelola N Seoul Tower sudah menyediakan tempat-tempat tertentu untuk memasang gembok dan tiap pengunjung harus menaati empat aturan yang berlaku. Pertama, gembok tidak boleh dipasang di tempat yang menghalangi pemandangan, misalnya bagian pagar yang tinggi dan sejajar dengan pandangan mata. Kedua, dilarang memasang gembok di tempat yang bisa merusak lingkungan, seperti dahan pohon. Pengunjung juga tidak boleh membahayakan nyawa ketika mengunci gembok di tempat tidak aman, seperti bagian luar pagar. Yang terakhir, gembok tidak boleh diletakkan di sembarang tempat yang bisa merusak fasilitas umum N Seoul Tower.

Indahnya Namsan Tower di Malam Hari

Namsan Tower di malam hari tak kalah menarik dan tak kalah indahnya dari siang hari. Di sore haripun pemandangan di menara ini juga sangat indah. Apalagi saat matahari akan terbenam. Warna lembayungnya berpadu dengan siluet pepohonan dengan ranting-ranting 'telanjang' tanpa daun juga bangunan tradisional Korea, membentuk sebuah 'lukisan' alam dengan sendirinya.

Indahnya Namsan Tower di Malam Hari

Namsan Tower di Malam Hari

Namsan Tower ini juga memiliki ruang observatorium di dekat puncak menaranya, dimana kita bisa menikmati panorama Kota Seoul dengan sudut pandang hingga 360 derajat. Pemandangan kota Seoul akan semakin indah saat malam hari, karena dari gedung-gedung di seluruh bagian kota lampunya akan menyala. Di dalam ruang observatorium ini terdapat cafe, toko permen dan juga menjual berbagai pernak-pernik khas Korea. Rata-rata pengunjung yang datang ke sini ingin 'berburu' foto indahnya Kota Seoul saat matahari terbenam.

Hal unik lainnya di N Seoul Tower adalah menikmati malam melalui Sky Restrooms. Bayangkan sambil membasuh tangan atau bahkan buang hajat, kita bisa sembari melihat indahnya malam di Seoul. Tak heran jika banyak orang yang mengambil gambar di kamar kecil ini. Untuk mendapatkan pemandangan yang indah, kunjungan paling pas ke N Seoul Tower adalah pukul 19.00 hingga tengah malam. Jika tak ingin membayar tiket masuk, kita bisa mengunjungi bagian glass terrace, roof terrace dan lobi.

Panorama N Seoul Tower

N Seoul Tower Cable Car, Alternatif Populer Menuju Namsan

Untuk sampai di N Seoul Tower banyak pengunjung menggunakan cara naik Cable Car dari Gunung Namsan, dan kemudian berjalan ke menara (tidak butuh waktu lama). Mengenai biaya tidak perlu khawatir, karena biaya naik ke menara cukup terjangkau bagi kantong kita. Dan jangan lewatkan untuk melihat kota Seoul dari Namsan Cable Car ini. Kita bisa menikmati malam dengan lebih bermakna jika naik cable car pada sore hari dan seusai matahari terbenam.

N Seoul Tower Cable Car, Alternatif Populer Menuju Namsan

Namsan Tower Cable Car

Hello Kitty Island di N Seoul Tower

Hello Kitty Island adalah museum mungil yang terletak di Namsan Seoul Tower (N Seoul Tower) ini memiliki 7 area pameran dan toko suvenir. Hello Kitty Island terletak di lantai 5 N Seoul Tower, berdekatan dengan pusat informasi. Ruangan pertama yang akan kita masuki di museum ini adalah Hello Kitty History Hall di mana kita bisa berkenalan dengan sejarah panjang karakter ini. Sudah tahu belum Hello Kitty selalu diceritakan memiliki tinggi setara 5 apel? Di sini kamu juga bisa mengukur tinggi badanmu dengan patokan apel, lho.

Selesai melihat-lihat perjalanan karakter yang aslinya bernama Kitty White ini, kamu bisa beralih ke 6 ruangan selanjutnya tempat kamu bisa berfoto-foto sepuasnya. Keenam ruangan tersebut didesain seperti rumah Hello Kitty mulai dari ruang tamu, dapur, sampai kebun. Semua detailnya diperhatikan dengan baik, bahkan camilan yang dipajang pun berbentuk wajah Hello Kitty.

N Seoul Tower Hello Kitty Island

Hello Kitty Island

Tentunya Hello Kitty Island tidak sekadar menawarkan sudut-sudut untuk selfie yang menggemaskan. Di sini kamu juga bisa melakukan beberapa aktivitas, seperti menggambar dan mengumpulkan cap, atau menuliskan harapanmu di secarik kertas kemudian menggantungkannya. Mirip ritual gembok cinta yang terkenal di N Seoul Tower.

Video N Seoul Tower

Pemandangan Indah Sekaligus Romantis dari Restoran di Namsan Tower Korea Selatan

Saat berkunjung ke N Seoul Tower, jangan lupa untuk mampir ke salah satu restoran yang berada di area ini juga. Yaitu Restoran The Dining Place. Meski terletak di menara N Seoul, tempat ini justru merupakan sebuah restoran yang berkonsep sederhana.

Sejak memasuki restoran, pengunjung telah disambut oleh pegawai resto dengan keramahan terbaik mereka serta suasana nyaman. Adanya taman indah yang berada di atap teras dan pemandangan spektakuler menghadap daerah Menara N Seoul tentu menjadi salah satu daya tarik yang akan menyenangkan hati para pengunjung yang datang.

Pemandangan Indah Sekaligus Romantis dari Restoran di Namsan Tower Korea Selatan

Restoran di Dek observasi Namsan Tower

Untuk makanannya, restoran The Dining Place diketahui mengusung konsep kuliner Eropa seperti pasta, pizza, appetizer, salad, steak, dan risotto. Ada pula makanan penutup untuk sekedar menghabiskan waktu sambil mengobrol dengan teman. Menariknya, di sini juga tersedia vegetarian food bagi yang memang tengah menjalani diet.

Tak hanya itu dan di 3 dek observasi di puncak menara, juga terdapat restoran kita bisa menikmati santapan lezat sembari menikmati pemandangan indah. Menara ini juga memiliki restauran berputar di salah satu dek observasinya yang berputar dengan kecepatan 1 kali putaran per 48 menit. Dengan begitu, pengunjung tetap bisa menikmati pemandangan 360 derajat sambil makan dengan nyaman.

Hal Asyik Yang Bisa Dilakukan di N Seoul Tower

  • Foto di Kursi Hallyu Yang Ikonik

Foto di tempat yang begitu populer memang menarik.

  • Duduk di Kursi Berbentuk Hati dengan Background Pohon Penuh dengan Gembok Cinta

Usahakan jika duduk disini jangan sendirian, sangat disarankan bersama dengan orang tercinta.

  • Nikmati Pemandangan kota Seoul dari Dek Observasinya

Pemandangan yang begitu menakjubkan ini juga tak boleh untuk dilewatkan. Bisa juga menggunakan teropong tentunya dengan biaya tambahan.

Hal Asyik Yang Bisa Dilakukan di N Seoul Tower N Seoul Tower View

Panorama Seoul dari N Seoul Tower di malam hari

  • Kunjungi Galeri K-Star

Ada banyak poster dan album drama dengan tanda tangan aktor dan artis. Tiket masuk gratis!

  • Mencoba Pengalaman zona LG 3D

Anda hanya perlu memakai kacamata itu dan menikmati pertunjukan! Gratis!

  • Berjalanlah melalui terowongan LED pertama di dunia

Kapan lagi bisa melewati terowongan LED pertama di dunia. Jadi jangan lewatkan kesempatan.

  • Kunjungi Pulau Hello Kitty

Pecinta Hello Kitty wajib datang kesini, karena tempat ini penuh dengan hal yang berhubungan dengan Hello Kitty, kita juga bisa berkenalan dengan karakter ini.

  • Kunjungi Ssen Toy Museum

Apakah Anda tahu bahwa action figure Iron Man berharga $ 9.816? Itu lebih dari 10.000.000 won!

  • Kunjungi Teddy Bear Museum

Betapa imutnya melihat beberapa beruang mengenakan hanbok!

n seoul tower teddy bear museum

n seoul tower teddy bear museum

  • Pergi ke toilet tertinggi di Seoul!

Toilet tertinggi terletak di lantai dua observatorium. Mereka menyebutnya kamar mandi Sky! Bayangkan melakukannya sambil menikmati pemandangan Seoul!

  • Kenakan Hanbok

Berjalan di sekitar Menara N Seoul mengenakan hanbok! Biaya sewa hanbok mereka 18.000 won hingga 58.000 won.

Hanbok di N Seoul Tower

Hanbok di N Seoul Tower

Harga Tiket di N Seoul Tower

Harga tiket Namsan Tower yaitu 10.000 won untuk orang dewasa dan 8.000 won untuk anak kecil. Ada biaya tambahan jika ingin ke Ssentoy Museum and Show Room sebesar 10.000 won untuk orang dewasa dan 8.000 won untuk anak kecil. Tak hanya itu, ada biaya tambahan lagi jika ingin mengunjungi Hello Kitty Island yaitu 8.000 won untuk orang dewasa dan 7.000 won untuk anak kecil. Akan tetapi, jika ingin mengunjungi ketiga tempat itu, pengunjung bisa hanya membayar 21.000 won untuk orang dewasa dan 17.000 won untuk anak kecil

Lotte Mart Seoul Station

Setelah kami mengisi tenaga kami dengan kalguksu yang yummy, kami siap melanjutkan perjalanan kami selanjutnya menuju Lotte Mart Seoul Station. Percaya tidak percaya, salah satu kebahagiaan Duo Lynns adalah mengunjungi supermarket. Mereka bisa semangat membuat list belanja, yang satu menulis apa yang saya diktekan dan yang satunya membuat gambarnya karena belum dapat menulis, dan mengingatkan saya atau papanya atau opanya untuk berbelanja ini atau itu. Dapat dikatakan berbelanja merupakan saat kebersamaan yang disukai anak-anak (entah saya harus bahagia atau harus menangis). Oleh sebab itu saat mereka mengetahui akan pergi ke Lotte Mart, mereka semangat sekali dan bahkan bertanya di sini juga ada Lotte Mart ya Mama. Mereka tidak tahu Lotte Mart berasal dari Korea. Dan uniknya Lotte Mart (dan department store lainnya di Korea), mereka mempunyai hari tertentu untuk tutup. Tujuannya supaya tidak mematikan pasar tradisional yang ada. 

Untuk menuju Lotte Mart tidaklah susah. Cukup naik MTR dari stasiun Myeongdong menuju stasiun Seoul (dua stasiun saja), dan keluar melalui exit 1. Mudah bukan? Karena jam kami pergi adalah peak hour, maka MTR penuh dengan orang-orang yang baru pulang kerja. Kami dengan senang hati berdiri, sampai ada satu bapak yang memanggil saya untuk duduk karena saya membawa anak-anak. Saya mempersilakan beliau untuk duduk, kan saya masih muda :)

Setelah keluar MTR, ternyata jalan menuju Lotte Mart tidak semudah yang kami bayangkan. Jalannya lumayan jauh dan naik turun, padahal masih di dalam area stasiun Seoul. Pantaslah stasiun Seoul punya banyak exit, secara besar sekali. Kami hanya mengikuti petunjuk yang ada dan akhirnya kami sampai di area outdoor menuju Lotte Mart. Suhu yang bertambah dingin tidak dapat menutupi rasa senang kami melihat lampu-lampu yang ada. Memang pemandangan lampu pada malam hari selalu menjadi daya tarik tersendiri.

Lotte Outlets yang berdampingan dengan Lotte Mart, sumber foto: visitkorea.or.kr
Kami masuk ke dalam Lotte Mart dan mulai melihat sana-sini. Mungkin karena Sabtu malam, Lotte penuh sekali. Apalagi banyak yang menawarkan tester makanan. Di salah satu sudut terletak barang-barang Jepang Daiso. Tujuan kami adalah membeli oleh-oleh seperti brown rice green tea, rumput laut, banana milk, dan cemilan-cemilan yang tidak ada di Indonesia. Bagi para tea lovers, teh hijau dengan beras merah merupakan minuman yang patut dicoba. Kami mencoba teh ini saat di pesawat dan kami suka dengan aroma beras dalam tehnya. Untuk rumput laut, carilah rasa-rasa yang tidak ada di Indonesia. Sedangkan banana milk atau susu dengan rasa pisang merupakan favorit teman saya yang baru menyelesaikan pendidikan S2-nya di Korea. Ia menyarankan saya untuk mencobanya. Memang sih, kalau lagi nonton film Korea, banyak orang yang minum susu pisang ini saat di tempat pemandian umum (jimjilbang). Begitulah kalau orang yang doyan nyemil belanja, bukan cari baju tetapi cari makanan. Kalau tidak ingat kami akan melanjutkan perjalanan kembali, mungkin kami akan memborong banyak makanan. 
Beberapa hasil belanjaan kami.
Setelah mendapatkan cemilan yang kami inginkan, kami mencari food court untuk membelikan cemilan untuk oma. Fishcake soup dan kroket Korea pun menjadi pilihan kami. Kroket ini ukurannya besar, jadi saya membeli tiga jenis kroket berbeda. Selesai belanja kami segera menuju kasir karena antriannya lumayan panjang. Yang membuat kami kagum adalah petugas kasir di sini bergerak cepat. Sehingga antrian yang lumayan panjang pun bergerak dengan cepat. Dan mereka tidak menyediakan plastik. Diharapkan yang belanja membawa plastik sendiri. Bagaimana kalau sudah datang tetapi tidak membawa plastik? Di dekat situ ada kardus yang dapat dipakai untuk mengepak belanjaan kita.Mereka juga menyediakan tali dan isolasi.

Yang saya lihat banyak sekali yang beli sampai berkardus-kardus. Dan yang dibeli dari minuman sampai mi instan. Apakah mereka membawa semua kardus itu sendiri? Ternyata tidak. Mereka memaketkan kardus-kardus tersebut ke negara asal mereka. Lotte Mart bekerja sama dengan EMS, ekspedisi internasional. Jadi setiap pengunjung tidak perlu repot-repot menenteng kardus-kardus tersebut. Cukup bayar biaya pengiriman dan EMS akan mengirimkan ke negara asalnya. Bisa jadi kiriman sudah sampai sebelum mereka selesai berlibur. Inovasi yang bagus. Memudahkan pembeli dan membuat pembeli membeli banyak barang tanpa repot membawa pulang barangnya (hanya perlu mengeluarkan uang dari kantongnya:D). Tapi ada yang bilang, kalau ke Indonesia mereka tidak menjamin barang sampai dengan lengkap. Duh, jadi malu.

Satu lagi kebahagiaan orang-orang yang berbelanja di Korea adalah Korea mengenal sistem tax refund. Bagi para turis asing, pengunjung, ataupun non-resident, jika mereka membeli barang-barang dari toko-toko yang berpartisipasi dalam tax refund (seperti duty free shop), para pembeli  berhak untuk mendapatkan refund atau pengembalian untuk value added tax (VAT)  dan juga individual consumption tax (ICT) pada barang yang akan mereka beli. VAT itu seperti PPN. Dengan syarat belanja minimal 30.000 KRW, mereka dapat mengklaim tax refund. Di Lotte Mart ini terdapat counter untuk mengurus tax refund. Jadi mereka akan memberikan formulir untuk diisi dan nanti sebelum meninggalkan Korea, biasanya di bandara, kita dapat mengklaim tax refund ini. Jika mereka melihat kita tidak berbohong dan barangnya ada, maka mereka akan memberikan uang (seperti cashback) kepada kita. Besarnya adalah 5-10% dari pembelian kita.

Kami menunggu di suatu sudut sementara papa menunjukkan struk belanja kami ke petugas di counter tax refund. Setelah itu kami kembali berjalan melalui Lotte Outlets yang memang terletak berdampingan dengan Lotte Mart. Bagi yang suka belanja, biasanya akan mampir ke Lotte Outlets. Tetapi kami langsung menuju Seoul Station, yang tidak sejauh saat kami datang, dan menuju line 4 untuk menuju stasiun Chungmuro. Malam Minggu memang baru dimulai. Dimana-mana terlihat pasangan-pasangan yang sedang berduaan.

Sesampainya di Mago, kami bertemu Charlie dan dia memastikan bahwa besok kami akan check out. Dia menawarkan diri untuk mengantar kami ke depan stasiun Chungmuro. Kami dengan senang hati menerimanya, daripada jalan pagi-pagi dan dingin-dingin dengan membawa koper. Kami segera membereskan barang-barang yang kami beli dan merapikan koper, karena besok pagi-pagi sekali kami harus menuju bandara. Sementara kami merapikan barang, oma menikmati fishcake soup dan kroketnya. Oma berkata enak (senanglah hati orang yang membelinya). Sementara adik dan kakak mencoba susu pisang. Kakak doyan sekali, tetapi adik tidak suka. Adik lebih memilih  Ultra putih. Setelah urusan packing selesai, dan menghabiskan kroket dan fishcake soup, kami segera tidur.

Keesokan harinya, pada pukul 05.30, kami sudah siap untuk meninggalkan Mago. Tetapi Charlie belum terlihat di area ruang makan. Akhirnya kami menunggu sampai pukul 06.00. Saya menyarankan papa untuk mengetuk pintu kamar yang di dekat meja makan. Ternyata Charlie ketiduran. Dia segera memakai jaket dan mencuci muka, kemudian memberikan deposit kami dan mengantar kami ke depan stasiun.

Kami mengucapkan terima kasih untuk pelayanan dan kebaikan dari tim Mago. Setelah itu kami cepat-cepat menuju line 4 untuk naik kereta ke stasiun Seoul. Rencana kami adalah naik arex lagi. Cara menuju platform untuk arex sama seperti cara kami datang, hanya mengikuti petunjuk yang ada. Karena waktu yang terbatas dan agak susah mencari loket untuk arex non stop, maka kami menaiki arex all stop.

Untuk naik Arex all stop, kita tidak perlu membeli tiket khusus. Cukup gunakan T-Money, maka kita bisa langsung naik dan saat sampai di Incheon airport, tempelkan saja kartu T-Money. Naik Arex all stop memang seperti naik MTR biasa, tetapi bedanya ada TV di dalam gerbong. Saat kami menunggu, beberapa ibu-ibu bolak-balik melirik kepada kakak sambil berkata matanya besar. Seorang ibu bertanya apakah kakak umur tujuh tahun. Saya menjawab dengan sopan umur lima tahun. Dia bilang besar juga ya. Memang kakak termasuk tinggi untuk anak umur lima tahun. 

Dalam waktu 53 menit kami sampai di incheon airport. Kami menuju counter untuk check in yang ternyata panjangnya bukan main. Padahal waktu keberangkatan masih dua setengah jam lagi. Kami sedikit menyesal lupa web check in semalam. Ternyata antrian menjadi panjang karena semua penumpang Korean Air tujuan manapun boleh antri jadi satu. Saya sempat bertanya kepada petugas bagaimana jika tidak keburu karena pesawat kami jalan pukul 09.50. Dia berkata jika sampai pukul 08.30 kami masih mengantri, silakan cari dia kembali.

Kami menunggu dan menunggu, dan melihat antrian di area imigrasi pun masih panjang. Lupakanlah kemungkinan bagi kami untuk makan pagi di sini. Saat jam 08.30 kami segera mencari petugas yang tadi kami tanya. Di depan kami masih ada 3 antrian lagi. Tapi kami takut telat dan pemeriksaan biasanya panjang. Petugas tersebut menunjukkan counter khusus di belakang counter kami mengantri. Ternyata bagi penumpang yang kepepet dengan waktu boarding dioper ke counter tersebut. Pemeriksaan bagasi dan passport pun ditempatkan di situ. 

Setelah selesai, mereka memberitahu kami untuk masuk melalui jalur khusus di sebelah kanan kami. Wow.... Pengalaman baru bagi kami. Yang biasanya melalui screening check 2 kali, kami hanya melalui satu kali. 

Karena waktu sudah menunjukkan pukul 09.20, papa dan kakak berlari menuju gate. Sementara saya, adik, dan oma berjalan menuju gate tersebut. Karena sudah mepet waktunya, kami tidak jadi mengklaim tax refund kami. Bahkan hobby kami berjalan-jalan di dalam bandara pun tidak mungkin dilakukan. 

Incheon airport sungguh besar sehingga jalan pun rasanya jauh. Saat kami berjalan terdengarlah pengumuman bahwa pesawat kami di-delay 15 menit. Tersenyumlah kami. Tuhan mengatur semua tepat waktu. Begitu kami sampai di gate, oma segera mencari duduk karena capek berjalan jauh. 

Tak berapa lama kemudian, setiap penumpang dengan anak diminta baris untuk masuk ke pesawat terlebih dahulu. Kami pun berbaris dan disuruh masuk duluan. Tetapi ternyata tujuan kami disuruh masuk duluan adalah untuk diperiksa. Papa terpilih secara random untuk diperiksa sepatu dan tasnya. Ketat sekali pemeriksaan di sini. Mereka memeriksa dengan sopan dan teliti dan setelah itu kami dipersilakan untuk naik ke dalam pesawat. 

Kami disambut oleh pramugari-pramugari yang begitu sopan dan manis. Dan setelah kami duduk, perjalanan kami akan segera dimulai kembali. Goodbye Korea...see you on January.

Next: Seoul di bulan Januari

Sekilas Informasi
Lotte Mart Seoul Station
Jam operasi: 10.00 - 24.00, tutup hari Minggu (minggu kedua dan keempat)
Cara menuju ke sana: stasiun Seoul exit 1, jalan mengikuti petunjuk (kurang lebih 15 menit)
Pintu masuk dan tanda lampu Lotte Mart

Telusuri Sejarah dan Belanja di Kota Seoul


Jelajah Sejarah dan Belanja di Kota Seoul Gyeongbokgung Palace di Seoul, Korea Selatan. (CNN Indonesia/Aghniya Khoiri)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menjelajahi Korea Selatan yang terkenal lewat kepopuleran Kpop dan serial dramanya memang menjadi daya tarik tersendiri. Hiruk pikuk kota metropolitan Seoul bisa dijadikan pilihan saat mengunjungi Negara Gingseng ini.

Sebagai kota yang memadukan nuansa tradisional dan modern, Seoul menyuguhkan panorama gedung-gedung pencakar langit dan bangunan antik.

Pasar tradisional berdampingan dengan mewahnya pusat perbelanjaan modern. Kota yang selalu sibuk ini yang juga dikelilingi keindahan alam pegunungan dan sungai.


Tak hanya itu, Seoul pun populer akan murahnya berbelanja produk kecantikan yang selalu menjadi buah tangan incaran wisatawan.

Ragam pilihan penerbangan untuk menuju Korsel sudah banyak tersedia. Salah satu maskapai yang melayani penerbangan langsung ke sana yakni Korean Air, dengan estimasi harga tiket pulang-pergi sekitar Rp7,5 juta.

Setibanya di Bandara Internasional Incheon, dibutuhkan waktu kurang lebih satu sampai dua jam untuk menuju Seoul menggunakan bus bandara dengan tarif sekitar 1200 sampai 2400 won (sekitar Rp15-30 ribu).

Sementara, bila memilih kereta cepat atau subway, waktu yang dibutuhkan hanya sekitar 30 menit saja, dengan tarif mulai dari 1250 won (sekitar Rp15 ribu). Dan taksi sendiri tarifnya mulai dari tiga ribu won (sekitar Rp36 ribuan).

Untuk penginapan, tak perlu khawatir, karena banyak pilihan tempat di sekitar kawasan Seoul. Mulai dari homestay yang menawarkan tarif Rp200 ribuan per malam, hingga hotel bintang empat—seperti Tmark Grand Hotel di kawasan Myeong-dong, yang menawarkan tarif Rp1 jutaan per malam.

Kota yang sebelumnya dikenal dengan sebutan Hanyang ini telah ada lebih dari 600 tahun sejak kedudukan Dinasti Joseon (1392-1910). Berikut ini ialah wisata yang dapat dilakukan dalam semalam di sana:

Gyeongbokgung Palace
Gyeongbokgung Palace berada di utara Seoul. (CNN Indonesia/Aghniya Khoiri)
Seoul bisa dibilang kota tak lupa akan kekayaan budayanya. Gyeongbokgung Palace menjadi salah satu destinasi yang wajib dikunjungi.

Gyeongbokgung Palace merupakan istana kerajaan utama pada masa Dinasti Joseon. Dibangun pada sekitar tahun 1395, Gyeongbokgung berada di utara Seoul.
Gyeongbokgung Palace merupakan kawasan yang wajib dikunjungi wisatawan. (CNN Indonesia/Aghniya Khoiri)
Gyeongbokgung merupakan istana terbesar dari lima istana yang dibangun oleh Dinasti Joseon. Istana itu merupakan sebuah komplek luas yang terdiri dari 330 bangunan, dengan total lebih dari lima ribu ruangan.

Selama masa pendudukan Jepang, bangunan tersebut sempat dihancurkan antara 1910 sampai 1945, tapi sejak 1989 pemerintah Korsel memugar kembali bangunan-bangunan tersebut sebagai bentuk pelestarian sejarah.
Pada 1989 pemerintah Korsel memugar kembali bangunan ini sebagai bentuk pelestarian sejarah. (CNN Indonesia/Aghniya Khoiri)
Selain keindahan bangunan istana dan panorama taman-tamannya, pengunjung juga dapat menyaksikan Upacara Pergantian Penjaga Istana yang digelar setiap hari, kecuali senin, secara gratis.

Upacara itu dilakukan sejak pukul 10.00 sampai 16.30 (11 kali sehari, dengan jarak setiap 30 menit). Upacara itu dilakukan di depan Gerbang Sungnyemun.
Upacara pergantian penjaga istana. (CNN Indonesia/Aghniya Khoiri)
Setelah menyaksikan pertunjukan itu, pengunjung dapat berkeliling ke dalam istana dan menuju kolam Gungnamji. Berfoto dengan latar belakang istana sangat bisa dilakukan di sini.

Lokasi terdekat untuk menuju kawasan tersebut, dapat menggunakan transportasi subway dan turun di Stasiun Hoehyeon, dilanjutkan berjalan kaki sekitar tujuh menit.

Suguhan kuliner halal Itaewon

Menjelang makan siang, suguhan kuliner halal di kawasan Itaewon siap dinikmati.

Selain ragam makanan khas Korea yang telah bersertifikasi halal, kawasan tersebut pun turut menyajikan menu dari negara lain, seperti dari Timur Tengah.
Jelajah Sejarah dan Belanja di Kota SeoulKawasan ini memang telah dikenal sebagai kawasan muslim di Seoul. (CNN Indonesia/Aghniya Khoiri)
Kawasan tersebut memang telah dikenal sebagai kawasan muslim. Jadi, tak perlu khawatir untuk menyantap makanan khas Korsel di sini.

Menu yang seperti Bulgogi, tumis daging sapi dengan rasa gurih manis, kemudiah Samgyetang semacam sup ayam, dipadukan nasi hangat, dan juga sup Miyeokguk sejenis sup rumput laut.
Jelajah Sejarah dan Belanja di Kota SeoulHidangan Bulgogi. (CNN Indonesia/Aghniya Khoiri)
Harga yang ditawarkan pun terbilang terjangkau, rata-rata restoran di kawasan itu menjual makanan dengan harga 8 sampai 20 ribu won (sekitar Rp90 sampai Rp200 ribu).

Tak hanya banyaknya suguhan pilihan kuliner, terdapat juga pertokoan yang menjual pakaian dan pernak-pernik.
Jelajah Sejarah dan Belanja di Kota SeoulSup Samgyetang. (CNN Indonesia/Aghniya Khoiri)
Salah satu masjid terbesar di Korsel pun terdapat di kawasan itu, yakni Seoul Central Mosque.

Untuk menuju lokasi tersebut, dapat menggunakan subway pada jalur 6 dan turun di stasiun Itaewon.

Menikmati kearifan lokal di Bukchon Hanok Village
Jelajah Sejarah dan Belanja di Kota SeoulPapan penanda jalan di Bukchon Hanok Village. (CNN Indonesia/Aghniya Khoiri)
Bukchon Hanok Village merupakan desa yang masih kental dengan kearifan lokalnya. Kawasan itu terdiri dari rumah-rumah kuno yang masih ditinggal penduduk.

Oleh karena itu, banyak ditemui peringatan untuk tidak menimbulkan kegaduhan atau tidak berfoto di area-area tertentu.
Jelajah Sejarah dan Belanja di Kota SeoulAwal menanjak di dalam desa. (CNN Indonesia/Aghniya Khoiri)
Barisan rumah-rumah kuno menjadi pemandangan yang romantis saat berjalan menanjak menyusuri desa.

Hanok sendiri merupakan istilah yang digunakan untuk rumah tradisional Korea. Sedangkan Bukchon adalah nama desa tempat hanok-hanok ini berdiri, tepatnya berada di sebelah utara kota Seoul.
Jelajah Sejarah dan Belanja di Kota SeoulHanok di dalam desa. (CNN Indonesia/Aghniya Khoiri)
Beberapa bagian dari Bukchon Village ini sudah berumur 600 tahun, namun hingga kini masih terawat dengan baik.

Di kawasan ini, dibutuhan waktu sekitar satu sampai dua jam untuk berkeliling dengan naik dan turun bukit, melewati lorong-lorong kecil dan menikmati keindahan pedesaan.
Jelajah Sejarah dan Belanja di Kota SeoulSuasana di tengah desa. (CNN Indonesia/Aghniya Khoiri)
Yang menarik, dari atas pedesaan itu juga terlihat panorama gedung-gedung perkotaan dengan arsitektur modern.

Bukchon Hanok Village terletak diantara Istana Gyeongbokgung, Istana Changdeokgung dan Jongmyo Shrine. Desa ini membawa pada suasana Dinasti Joseon yang selama pemerintahannya memiliki dua desa yakni di sebelah utara dan selatan.
Jelajah Sejarah dan Belanja di Kota SeoulMelihat pemandangan kota dari desa. (CNN Indonesia/Aghniya Khoiri)
Desa di sebelah selatan terdiri dari rumah-rumah untuk pegawai kelas menengah ke bawah. Sebaliknya, yang berada di utara yang kemudian disebut Bukchon dibangun untuk pejabat tingkat atas.

Selain itu, di kawasan ini juga terdapat toko oleh-oleh tradisional, termasuk pakaian tradisional khas Korsel, yakni Hanbok.

Jika ingin mengunjungi Bukchon Hanok Village, dapat menggunakan subway di jalur 3 menuju Stasiun Anguk dan keluar pintu 2. Sesampainya perjalanan dapat dilanjutkan dengan berjalan kaki ke arah utara sejauh 300 meter.

Surga belanja kosmetik di Myeong-dong
Jelajah Sejarah dan Belanja di Kota SeoulSuasana malam di Myeong-dong (Thinkstock/f11photo)
Sebagai salah satu destinasi di Seoul, kawasan Myeong-dong terkenal sebagai surganya belanja produk-produk kecantikan.

Kawasan itu kerap menjadi tujuan utama para wisatawan yang bertandang ke sana. Selain ragam pilihan yang disuguhkan, murahnya harga yang ditawarkan pun menjadi daya tarik tersendiri.

Terlebih banyaknya pedagang di sana yang kerap memberikan produk gratis bagi setiap pengunjung yang berbelanja di tokonya.

Tak hanya pilihan kosmetik, di sekitarnya turut dijajakan makanan ringan dan camilan khas Korsel untuk mengisi perut saat berkeliling. Myeong-dong juga memiliki restoran keluarga, makanan cepat saji, ditambah pilihan bersantap makanan Korea, Barat dan Jepang.

Usai berbelanja, pertunjukan non-verbal Nanta pun dapat menjadi pilihan sembari menunggu waktu makan malam. Dengan biaya 50-60 ribu won (sekitar Rp600-700 ribuan), pertunjukan Nanta menjadi satu hiburan yang dapat dinikmati.

Suguhan itu merupakan pertunjukan komedi dari para chef yang tengah memasak di dapur. Mereka menciptakan harmonisasi suara dari proses ketika membuat makanan. Sembari memasak, mereka juga membuat atraksi-atraksi yang konyol dan mengundang gelak tawa.

Untuk tiba ke sana, dapat menggunakan subway sampai stasiun Myeongdong di jalur 4 dan keluar lewat pintu 1.

Panorama Seoul dari puncak N Seoul Tower
Jelajah Sejarah dan Belanja di Kota SeoulN Seoul Tower di malam hari. (CNN Indonesia/Aghniya Khoiri)
Setelah berkeliling di siang hari, menikmati panorama Seoul pada malam hari dari puncak tertinggi di Korsel dapat menjadi tujuan selanjutnya.

Namsan Seoul Tower atau dikenal dengan sebutan N Seoul Tower, menyuguhkan pemandangan kota 360 derajat. Di tempat ini, pengunjung dapat melihat Seoul dari berbagai sudut.

Bila pernah mendengar ritual menggantungkan gembok cinta yang populer, pelataran N Seoul Tower merupakan lokasinya.
Jelajah Sejarah dan Belanja di Kota SeoulWisatawan yang menggantungkan gembok cinta. (CNN Indonesia/Aghniya Khoiri)
Sebelum naik ke puncak tower, wisatawan dapat menggantungkan gembok harapan cinta, yang menurut mitos akan membuat cinta abadi selamanya.

Harga gembok yang dijual berkisar 10 ribu won (sekitar Rp120 ribu). Sementara untuk naik ke atas puncaknya, harga tiket yang dijual 10 ribu won (sekitar Rp 120 ribu) untuk orang dewasa, dan 8 ribu won (sekitar Rp 91 ribu) untuk anak-anak.

Bagi yang ingin menikmati pemandangan sembari makan malam, bisa menyantapnya di restoran putar N Seoul Tower, yang berputar setiap 48 menit sekali.

Sayangnya, pemandangan kota yang dilihat dari kaca tak seindah yang dibayangkan, itu disebabkan kaca pembatas yang merefleksikan bayangan dari dalam ruangan. Oleh karenanya, bila ingin berhemat, menikmati pemandangan dari pelataran pun tetap memesona.
Jelajah Sejarah dan Belanja di Kota SeoulPanorama dari N Seoul Tower. (CNN Indonesia/Aghniya Khoiri)
Untuk tiba ke N Seoul Tower, dari stasiun Myeongdong berjalan sekitar 10 menit, menanjak menuju hotel Pacific, dan melanjutkannya menggunakan kereta gantung. Atau menggunakan Seoul City Tour Bus yang tiba setiap 30 menit.

Bila ingin melanjutkan dengan subway di jalur 3 atau 4 dapat turun di Stasiun Chungmuro kemudian keluar lewat pintu 2 lalu naik Namsan Shuttle Bus di depan Daehan cinema.

Menghabiskan malam di Dongdaemun
Jelajah Sejarah dan Belanja di Kota SeoulMenutup malam di Dongdaemun. (CNN Indonesia/Aghniya Khoiri)
Setelah menyaksikan panorama Seoul dari puncak tertinggi, perjalanan satu hari dapat ditutup di kawasan Dongdaemun.

Dongdaemun merupakan kawasan yang terkenal sebagai surga belanja bagi para pecinta fesyen. Dapat dikatakan, kawasan ini sebagai 'Tanah Abang'-nya Seoul.
Jelajah Sejarah dan Belanja di Kota SeoulSungai Cheonggyecheon. (CNN Indonesia/Aghniya Khoiri)
Bila belum puas berbelanja di Myeongdong, Dongdaemun adalah pilihan untuk melanjutkan pencarian. Bila pasar lainnya tutup pukul 22.00, pasar ini justru baru dibuka dan ramai menjelang tengah malam hingga pagi hari, mulai pukul 22.30 hingga 04.00.

Sementara, jika ingin menikmati keindahan malam kota Seoul saja, dapat pula duduk-duduk di sekitar Dongdaemun Design Plaza (DDP) yang juga disebut sebagai Dream, Design, Play.
Jelajah Sejarah dan Belanja di Kota SeoulBila belum puas berbelanja di pasar Myeongdong, pasar Dongdaemun adalah pilihannya. (CNN Indonesia/Aghniya Khoiri)
Bangunan yang terletak di seberang pasar Dongdaemun itu dibuka sejak Maret 2014, pusat desain multi-tujuan yang bertujuan untuk mengembangkan inovasi, kreativitas dan bakat.

Bangunan dengan ciri khas tak bergaris lurus, bentuk melengkung, dan arsitektur atipikal tiga dimensi itu dirancang oleh arsitek terkenal berdarah Irak-Inggris Zaha Hadid.
Jelajah Sejarah dan Belanja di Kota SeoulKawasan yang disebut juga surga cahaya. (CNN Indonesia/Aghniya Khoiri)
Interior dibagi menjadi lima daerah bertema yang berfungsi sebagai tempat pertemuan internasional, ruang konser, dan ruang belajar yang mendukung kreativitas dan imajinasi anak-anak. Di dalam bangunannya terdapat Design Market, berupa restoran, kafe, dan toko-toko merk dunia.

Bangunan super moderen ini juga terbilang romantis, dengan taman yang bermandikan cahaya dari ratusan lampu bunga mawar.
Jelajah Sejarah dan Belanja di Kota SeoulSiraman cahaya yang romantis di Dongdaemun. (CNN Indonesia/Aghniya Khoiri)
Pilihan lain di sekitar Dongdaemun adalah bersantai di tepi sungai Cheonggyecheon, salah satu aliran sungai yang membelah Seoul. Warga Seoul yang datang berpasangan sering memadati kawasan ini.

Untuk sampai ke sana, dapat menggunakan subway dan turun di Stasiun Sejarah & Budaya Dongdaemun pada jalur 2, 4, dan 5.

Jual telor bebek omega asin sentul bogor

Pembuat telur bebek asin dalamnya merah. Dagang telur bebek asli asin sudah jadi sentul cibinong nanggewer bogor. Hotline WA : 085210745506 ...

SEMINGGU TERAKHIR